Penyebab dan Tips Pencegahan Demam Berdarah

Demam berdarah kalau dalam istilah kedokterannya yaitu Dengue Hemorrhagik Fever (DHF). dan seberapa seriuskah DBD itu?

Puluhan juta pasien dirawat di rumah sakit setiap tahun, tetapi kebanyakan dari mereka sembuh setelah dua sampai tujuh hari.

Beberapa orang mengalami penurunan suhu setelah menderita demam, tapi kemudian suhu badan naik lagi.

Demam kedua ini adalah bentuk DBD yang lebih parah dan dapat menyebabkan kerusakan organ, pendarahan parah, dehidrasi dan bahkan kematian.

Penyebab Demam Berdarah

Penyebab utama dari demam berdarah adalah oleh infeksi virus Dengue tipe 1-4, dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti betina (dominan) dan beberapa spesies Aedes lainnya.

Di indonesia sendiri, ke empat tipe virus dengue dapat ditemukan, dan yang dihubungkan dengan gejala DHF yang parah adalah tipe 3.

Kekebalan (imunitas) terhadap satu jenis virus tidak berlaku untuk infeksi jenis virus lainnya, bahkan dapat menimbulkan reaksi yang kurang menguntungkan bagi tubuh.

→ kunjungi serta baca juga tanda demam berdarah

Jumlah kasus meningkat pada musim hujan, di mana sumber air bersih bagi perkembangbiakan nyamuk Aedes tersedia dimana-mana, jika tidak dilakukan program pembersihan lingkungan yang baik.

Selama nyamuk aedes aegypti tidak terkontaminasi virus dengue maka gigitan nyamuk dbd tersebut tidak berbahaya.

Jika nyamuk tersebut menghisap darah penderita dbd, maka nyamuk menjadi berbahaya karena bisa menularkan virus dengue yang mematikan.

Bagaimana Pencegahan Demam Berdarah?

Adapun upaya pencegahan yang tepat agar terhindar dari serangan demam berdarah, yaitu :

⇔Pemberantasan dengan 3 M
Pasti anda sudah pada tau apa itu 3 M, Iklan 3 M ini sudah sangat sering sekali tayang di TV, tapi bagi  yang belum nengetahuinya bahwa 3 M adalah :

  • Menguras tempat-tempat penampungan air yang menggenang di rumah seperti bak mandi, tempayan, ember, vas bunga, tempat minum burung, perangkap semut, kulkas/dispenser dll.
  • Menutup rapat semua tempat penampungan air seperti ember, gentong, drum dll agar nyamuk tidak masuk dan bertelur.
  • Mengubur semua barang-barang bekas yang ada di sekitar yang dapat menampung air hujan agar tidak menjadi tempat bersarang/bertelur nyamuk.

⇔Taburkan garam atau minyak bekas sarang semut, fungsinya untuk mencegah nyamuk berkembang biak.

⇔Jika menggantung pakaian, pastikan tidak ada nyamuk yang bersarang pada pakaian tersebut. Perlu di ingat, pakaian yang berwarna hitam nyamuk sangat betah untuk menghinggapinya.

⇔Makan makanan bergizi, banyak makan-makanan yang mengandung Vitamin C . bagus buat menjaga tubuh anda dari penyakit.

⇔Lakukan pengasapan, pengasapan atau fumigasi secara teratur di tempat-tempat yang diduga menjadi sarang nyamuk.

⇔Siapkan obat nyamuk pada saat tidur, terlebih saat tidur siang.

⇔Hindari tidur saat siang hari, hindari tidur pagi sekitar pukul 06.00 – 10.00 atau sore pukul 15.00 – 17.30.

Jikalau harus tidur karena capek, baiknya tidur memakai lotion anti nyamuk, obat nyamuk elektrik atau semprot kamar anda dengan obat anti nyamuk terlebih dahulu.

Leave a Reply

Email tidak akan ditampilkan. dan setiap komentar atau pertanyaan yang masuk, otomatis dimoderasi oleh sistem. tanda [*] harus di isi