Penularan, Perkembangan Dan Penyebab Kudis

Penularan, perkembangan dan penyebab kudis kerap tidak di ketahui oleh penderitanya. hal inilah menjadi dasar sehingga seseorang sangat mudah terkena oleh penyakit kudis. tapi kini anda tidak perlu risau lagi, karena anda bisa mendapatkan informasinya pada artikel ini.Ilustrasi lengan yang terkena penyakit kudis

Penyebab Kudis

Penyebab penyakit kudis atau scabies oleh sejenis tungau yang tak tampak oleh mata biasa bernama Sarcoptes Scabei oleh karena itu juga penyakit kudis sering disebut penyakit Scabies. Karena merupakan penyakit yang umum, maka terdapat banyak sebutan untuk penyakit ini seperti gudik, kudisan, korengan atau lainnya.

Tungau akan menggali lubang pada kulit untuk tempat bertelur atau bersarang. Pada kondisi inilah terjadi gatal dan munculnya ruam pada kulit. Ketika ruam ini terus digaruk dan timbul luka kemudian terjadi infeksi sekunder akibat bakteri luka akan menjadi semakain parah dan membutuhkan pengobatan yang lama.

Penularan Penyakit kudis

Penyakit kudis dapat menular melalui kulit ke kulit. Selain itu, kudis juga bisa diderita oleh semua orang tanpa memandang jenis kelamin dan umur. penularan kudis selain melalui kulit, bisa juga ditularkan melalui pakaian, atau handuk dari penderita kudis lain.

—— Kunjungi dan baca juga cara obati penyakit kudis

Perkembangan penyakit kulit kudis

Perkembangan penyakit kudis bisa terjadi sangat cepat. Setelah terkena infeksinya, dalam beberapa hari, mungkin Anda tidak akan merasakan apa-apa, karena pada saat itu tungau betina baru melakukan reproduksi dan menghasilkan telur.

Setelah telur menetas, di kulit Anda akan terbentuk gelombang atau bintik-bintik bersisik berwarna merah. Setelah itu, di kulit yang terifeksi akan terjadi peradangan dan terasa gatal.

Adapun proses dari perkembang biakan tungau pada kulit sehingga menjadi penyakit kudis adalah sebagai berikut :

  • Infeksi dari tungau yang membuat terowongan di kulit epidermis dan pada terowongan atau jalur tersebut biasanya tungau meninggalkan 2-3 butir telur.
  • telur menetas dalam waktu 2-4 hari berikutnya dan kemudian menjadi larva tungau.
  • dalam 1-2 hari larva akan berubah menjadi limfa stadium pertama kemudian akan berubah menjadi limfa stadium 2. Nymfa ini akan berkembang menjadi tungau muda yang dalam proses siap bereproduksi kembali.
  • tungau berkembang menjadi tungau dewasa dalam waktu hanya 2-4 hari.
Leave a Reply

Email anda tidak akan ditampilkan. dan setiap komentar atau pertanyaan yang masuk, otomatis dimoderasi oleh sistem. tanda [*] harus di isi